• (024) 6723456
  • komputergrafis@stekom.ac.id

Membuat dan mengedit video atau film memerlukan sebuah proses yang lumayan panjang. Namun rasa lelah dan jerih payah mengedit video umumnya akan terbayar ketika proses render video yang dilakukan berjalan dengan lancar serta video yang dihasilkan memiliki kualitas baik. Dalam pembuatan film atau animasi baik 2D maupun 3D, selalu ada adegan. Adegan merupakan bagian dari drama atau film yang menunjukkan perubahan peristiwa. Perubahan peristiwa ini ditandai dengan pergantian tokoh atau setting tempat dan waktu. Misalnya, dalam adegan pertama terdapat tokoh A sedang berbicara dengan tokoh B. Kemudian mereka berjalan ke tempat lain lalu bertemu dengan tokoh C, maka terdapat perubahan adegan di dalamnya. Adegan bisa diartikan sebagai pemunculan tokoh baru atau pergantian sususan pada sebuah pertunjukan drama atau wayang. 

Secara sederhananya, rendering merupakan sebuah kegiatan editing, proses penggabungan dan membangun gambar dari sebuah objek secara kolektif hingga menjadi sebuah video yang utuh. Untuk bisa melakukan rendering video ini, anda akan membutuhkan aplikasi atau software editing video khusus di perangkat komputer PC atau laptop.

Dalam animasi 2D maupun 3D rendering adalah proses membangun sebuah gambar dari model dengan menggunakan aplikasi pada komputer. bahasa sederhananya adalah proses membuat gambar hasil akhir dari sebuah desain mentah yang masih terpisah, masih belum bersih, tidak menentu dan lain-lain. jadi dengan rendering, kita bisa mengetahui seperti apa hasil akhir dari sebual model atau desain yang sudah di buat.


Metode Rendering


Ada juga yang menjelaskan proses rendering sebagai proses menghasilkan sebuah citra fotorealistik dan non-fotorealistik secara otomatis dari model gambar 2 dimensi menjadi 3 dimensi memakai program-program khusus komputer. Selain itu pula, proses render video dipakai untuk menggambarkan proses perhitungan efek dalam pelaksanaan editing video. Tujuannya tentu saja untuk menghasilkan output video akhir yang bagus, jernih dan berkualitas.

Terdapat 4 metode rendering yang cukup sering dipraktekkan oleh para editor video professional. Keempat metode rendering tersebut adalah sebagai berikut:

1. Wireframe Rendering

Pertama adalah metode Wireframe Rendering objek 3D tanpa permukaan atau transparan. Pada mekanisme ini, objek dibentuk sehingga hanya terlihat garis-garis yang menggambaran sudut-sudut dan sisi-sisi sebuah objek tersebut. Pun karena tidak ada permukaan objek ini, proses render dapat berlangsung sangat cepat menggunakan komputer.

2. Ray Tracing Rendering

Selanjutnya adalah Ray Tracing Rendering yang menjadi metode render pertama untuk membuat gambar objek 3D. Dengan metode ini, Anda bisa menghasilkan video dan gamar paling fotorealistik. Namun system ini lumayan sulit, di mana Anda harus merunut ulang proses alami dari sebuah cahaya dari sumbernya hingga tiba di layar.

Selain itu Anda harus memperkirakan warna-warna yang ditangkap oleh pixel yang menjadi tempat jatuhnya cahaya. Proses ini terus diulang hingga Anda mendapat warna pixel yang dibutuhkan.

3. Shaded Rendering

Berikutnya adalah metode Shaded Rendering. Metode ini dipakai untuk melakukan beragam proses perhitungan dalam proses render, baik dari segi pencahayaan, shadow casting, karakteristik permukaan, dan lain-lain. Sebagai hasilnya, dengan Shaded Rendering, Anda bisa mendapatkan citra film yang sangat realistik.

4. Hidden Line Rendering

Jenis render terakhir adalah Hidden Line Rendering. Dalam metode ini, sebuah objek masih bisa direpresentasikan ke layar hanya dengan garis-garis atau sisi-sisi yang mewakili objek tersebut. Sedangkan beberapa garis sisanya tidak dapat Anda lihat karena ada objek atau permukaan lain yang menghalangi tampilan tersebut.

Jadi, rendering adalah sebuah proses untuk menggabungkan obyek (gambar atau model) yang masih acak untuk disusun menggunakan teknik tertentu (encoding) sehingga menjadi urut dan rapi. Render membutuhkan sumber daya yang besar, terutama pada penggunaan RAM dan video memori, selain itu processor pada komputer juga penting dalam proses render ini.


Spesifikasi Komputer Untuk Rendering


Dalam dunia rendering kita pasti menggunakan perangkat komputer. namun tidak semua komputer dapat bekerja maksimal ketika melakukan perenderan objek. ada beberapa bagian dari komputer yang harus memiliki spesifikasi tertentu, agar bisa merender dengan baik.

Perlu sobat ketahui, kalau proses rendering itu memakan waktu. jadi jika spesifikasi komputer dibawah standar, maka waktu yang digunakan akan lama dan mungkin sangat lama. saya pernah merender video di aplikasi Lumion. lamanya adalah 8 Jam, itupun sudah pakai komputer Core i7, dan durasi video tersebut cuma 4 menit.

Jadi semakin tinggi kualitas komputer kita, maka akan semakin cepat prose rendering itu selesai. berikut beberapa unsur penting yang harus dipertimbangkan:

1. Processor 

Processor adalah bagian yang paling penting pada pc/laptop. mengapa ? karena barang inilah yang sepenuhnya bekerja ketika prose render berjalan, selebihnya dibantu oleh RAM dan GPU. 

Jumlah Core atau inti processor, semakin banyak core pada sprocessor maka akan semakin cepat komputer menyelesaikan proses rendering. misalnya laptop dual core memiliki kecepatan 3.5 GHz masih dikalahkan dengan laptop Quad Core  dengan kecepatan 2.0 GHz. semua itu karena, Quad core memiliki 4 core sedangkan Dual Core punya 2 core.

2. Memory & RAM

RAM memang sangat penting dalam segala hal, ketika kita menggunakan komputer. dalam dunia rendering, jumlah memory dan RAM sangat berperan penting. semakin tinggi kapasitas memory maka akan mempengaruhi transfer ratenya.  kebanyakan aplikasi 3d maupun 2d membutuhkan RAM yang besar, apalagi kalau file desainnya sangat besar.

Ketahanan RAM juga sangat penting,karena ketika mengolah grafis pada aplikasi, RAM akan berkejar aktif dari pada kita bermain game. Anjuran saya, gunakan kapasitas RAM antara 6 sampai 16 Gigabytes. diutamakan memakai slot dual channel (4=2x2) (8=4x4) (16=8x8) (32=16x16).

3. Motherboard & Kipas

Motherboard sebenarnya hanya komponen pendukung, namun ketika proses rendering dimulai maka processor akan bekerja maksimal dan menimbulkan panas sampai 90-an derajat Celcius. agar motherboard tidak panas, maka suhu komputer harus selalu diberikan angin agar tetap dingin. itulah mengapa banyak pc rakitan yang sangat memperhatikan kipas mereka. Pilihlah jenis chipset kelas performance, karena mampu bertahan proses dalam kapasitas data yang besar.

4. VGA

Peran VGS pada komputer adalah untuk memproses bentuk 3 dimensi pada komputer. VGA akan menerjemahkan sinyal digital dari komputer de layar monitor. sehingga komputer yang menggunakan VGA tinggi, pasti tampilannya akan lebih baik dilihat dari pada sebaliknya. tidak ada pengaruh pada proses rendering dengan VGA yang digunakan. namun, untuk pengolahan yang lebih baik gunakanlah VGA berkualitas. misalnya NVidia, ATi, S3 dan lain-lain.


 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved