• (024) 6723456
  • komputergrafis@stekom.ac.id
  • 08.00 s/d 20.45

Lazlo Moholy berpendapat bahwa sebuah kata atau kalimat bukan saja bisa berarti suatu makna yang mengacu kepada sebuah obyek ataupun gagasan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menyuarakan suatu citra ataupun kesan secara visual. Hal itu dikarenakan terdapat nilai fungsional dan nilai estetika dalam suatu huruf. Pemilihan jenis huruf disesuaikan dengan citra yang ingin diungkapkan(Kusrianto, 2007:190-191).

 

Tipografi atau dalam bahasa Inggris Thyphography (berasal dari bahsa Yunani thypos = bentuk dan graphein = menulis ) merupakan teknik dan seni menyusun huruf dengan menggunakan gabungan bentuk huruf cetak, ukuran huruf, ketebalan garis, garis pandu (line leading), character spacing, dan ruang huruf. ( Sundara, 2007 ).

 

Tipografi adalah  seni huruf, meliputi pemilihan huruf, penentuan ukuran yang tepat, di mana teks juga dapat diputus, spasi jarak, dan bagaimana teks dapat dengan mudah dibaca. ( Suyanto, 2009 ) Tipografi merupakan representasi visual dari sebuah bentuk komunikasi verbal dan merupakan properti visual yang pokok dan efektif ( Sihombing, 2001 ).

 

 

1.

 

Jenis-Jenis Huruf

 

 

 

a.

Oldstyle

 

Huruf-huruf diciptakan dalam periode tahun 1470 ketika muncul huruf Venetian buatan seniman Venice. Aldin ciptakan Aldus Manutius dari Itali, dan Caslon di Jerman. Periode Oldsyle berakhir di abad ke – 16 dengan munculnya periode transisi berupa karya John Baskerville yang menjembatani periode berikutnya. Beberapa font yang dapat dikategorikan ke dalam kelompok Oldstyle adalah Bembo, Bauer Text, CG Cloister, ITC Usherwood, Claren-don, Garamond, Goudy Oldstyle, Palatino (Palmspring), dan lain-lain.(Kusrianto, 2007:202-204).

 

 

 

 

CLARENDON BT – Clarendon BT

 

 

 

GARAMOND - Garamond

 

 

 

PALATINO LINOTYPE – Palatino Linotype

 

 

 

b.

 

Modern

 

Dimulai pada abad ke – 18 ketika Giambastita Bodoni menciptakan karya-karya yang kita kenal sebagai font Bodoni hingga sekarang. Periode itu cukup panjang hingga abad ke – 20 dan jumlah karya-karya typeface sudah semakin banyak. Font-font yang termasuk dalam kelompok tersebut di antaranya Bodoni, Bauer Bodoni, Didot, Torino, Auriga, ITCFenice, Linotype Modern, Walbaum Book, ITC Zapf Book, Bookman, Cheltenham, Malior, dan lain-lain.(Kusrianto, 2007:202-204)

 

 

 

 

BODONI MT - Bodoni MT

 

 

 

BOOKMAN – Bookman

 

 

 

c.

 

Slab Serif

 

Kelompok huruf Slab Serif ditandai dengan bentuk serif yang tebal, bahkan sangat tebal. Masa kemunculan jenis huruf itu bervariasi dan ikut menandai kemunculan huruf-huruf yang berfungsi lebih tepat sebagai penarik perhatian, yaitu sebagai Header.Contoh huruf Slab Serif antara lain Boton, Aachen, Calvert, Lubalin Graph, Mamphis, Rockwell, Serifa, Claredon, Stymie, dan lain-lain.(Kusrianto, 2007:202-204).

 

 

 

 

ROCKWELL – Rockwell

 

 

 

CLAREDON BT – Claredon BT

 

 

 

d.

 

Sans Serif

 

Sans serif adalah huruf tanpa serif (kait ujung). Pertama kali jenis huruf tersebut diciptakan oleh William Caslon IV (teturunan William Caslon pencipta font Caslon di era Oldsyle) pada tahun 1816. Pada awal kemunculannya, font jenis itu disebut Grotesque karena pada zaman itu bentuk huruf tanpa serif itu dirasa aneh dan unik (grotesque artinya aneh). Hingga kini, orang Inggris masih suka menyebut huruf tanpa serif dengan istilah Grotesques. Contoh-contoh huruf Sans Serif, antara lain Frankin Gothic, Akzident Grotesk, Helvetica, Univers, formula, Avant Garde, Gill Sans, Futura, Optima. (Kusrianto, 2007:202-204).

 

 

 

 

FRANKIN GOTHIC - Frankin Gothic

 

 

 

GILL SANS - Gill Sans

 

 

 

FUTURA - Futura

 

 

 

e.

 

Decoratiive

 

Jenis huruf yang mempunyai desain yang rumit, suatu yang baru dan menciptakan suasana hati yang membangkitkan emosi. Jadi jangan sampai digunakan untuk teks yang panjang atau isi dari halaman. Gunakanlah untuk judul dan grafik, tapi jangan terlalu banyak. Contoh huruf decorative :.

 

 

 

 

ACADEMY ENGRAVED LET – Academy engraved

 

 

 

CURLZ MT – Curlz

 

 

 

JOKERMAN – jokerman

 

 

 

e.

 

Script

 

Jenis ini mempunyai tulisan tangan. Jenis ini juga sering disebut kursif. Jangan terlalu banyak digunakan. Bentuk  huruf ini memberikan kesan anggun, sentuhan pribadi dan kepuasan.

 

 

 

 

BRUSH SCRIPT STD – Brush Script Std

 

 

 

BRADLEY HAND ITC – Bradley Hand

 

 

2

 

 

Legibility dan Keterbacaan

 

Menurut Kustrianto (2007)Legibility adalah tingkat kemudahan mata mengenali suatu tulisan dengan mudah, hal ini bisa ditentukan oleh:

a.

b.

c.

Kerumitan desain huruf, seperti penggunaan serif, kontras stroke, dan lain-lain

Penggunaan warna

Frekuensi pengamat menemui huruf tersebut dalam kehidupan sehari-hari

Keterbacaan adalah tingkat kenyamanan sesuatu susunan huruf saat dibaca, yang dipengaruhi oleh:

a.

b.

c.

d.

Jenis huruf

Ukuran

Pengaturan, termasuk di dalamnya alur, spasi, perataan dan lain-lain

Kontras warna terhadap latar belakang

 

 

3.

Penggunaan Huruf dalam Desain Web

 

Desain tidak hanya dalam bentuk cetakan (print) saja, melainkan juga sudah menjadi kebutuhan dalam desain multimedia seperti web. Web berbeda dengan desain cetak. Hal ini dikarenakan dalam web, desain hanya ditampilkan dilayar. Sehingga perlu memperhatikan desain jika menggunakan tulisan. Ada beberapa hal agar huruf (typhography) dapat dibaca dengan mudah dan enak dilihat, yaitu :

a.

b.

c.

Buatlah kontras tinggi antara teks dengan latar belakang atau antara teks dengan gambar.

Pilih jenis huruf yang mudah dibaca, biasanya jenis serif dan sen-serif.

Secara formal, pasangkan jenis huruf Serif untuk isi halaman dan San-serif untuk judul. Jika menggunakan beberapa macam jenis huruf dalam sebuah halaman, biasanya jenis huruf dekoratif atau Skrip untuk judul dan Serif atau San-serif untuk isi halaman, agar bervariasi.

 

 

Demikian penjelasa   tentang huruf atau dalam desain disebut dengan Typography, semoga dapat memberikan tambah pengetahuan dan bermanfaat…Ciaooo. Terima Kasih.

 

 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved